Hutong: Menelusuri sisa ruang humanis di kota Beijing

sent to Redaksi KOMPAS on 23 Jan 2010 –> hasn’t published yet until April ! @_@

Sebagai ibukota Republik Rakyat China dan bekas ibukota dari enam dinasti, Beijing tidak hanya melagenda dengan Forbidden city, Lapangan Tiananmen, dan Tembok Besar China, akan tetapi telah menjadi etalase bagi karya arsitek-arsitek dunia, sebut saja Beijing International Airport karya Norman Foster, Bird Nest Stadium hasil kolaborasi Herzong & de Meuron, atau karya fenomenal Rem Koolhaas gedung Pusat CCTV. Namun, Beijing tenyata punya denyut nadi kehidupan yang lain…

Kota Tua Beijing

Laju pembangunan yang sangat pesat diawali berdirinya negara komunis di tahun 1949 oleh sosok legendaris Mao Tse-Tung dan dibukanya pintu pasar bebas pada masa Deng Xiaoping mengakibatkan penggusuran besar-besaran terhadap warisan sejarah struktur kota tua Beijing untuk memberi ruang bagi berdirinya bangunan perkantoran modern, jalan lingkar serta apartemen hunian bagi jutan warga lokal dan pendatang. Bagi warga Beijing pilihan untuk bermukim saat ini, selain tinggal di flat-flat modern di pusat kota atau mengungsi ke perumahan real estate di daerah pinggiran, bertahan di sisa-sisa perkampungan tradisional yang padat di daerah kota tua (2nd ring road area) menjadi sebuah alternatif.

Tugas kuliah selama dua minggu mengantarkan saya untuk menulusuri perkampungan tradisional di kota Beijing dengan berjalan kaki. Perkampungan ini terdiri dari sisa-sisa rumah tradisional tipe courtyard (Siheyuan) dan jalan-jalan sempit yang terkenal dengan sebutan “Hutong” di daerah distrik Barat (XiCheng) dan Timur (DongCheng) Beijing.

 

Kehidupan Hutong

Secara turun-temurun sebuah keluarga di kota ini biasa hidup komunal dalam sebuah kluster rumah courtyard. Desain bangunan satu lantai ini lebih berfokus ke dalam dan bersifat privat, menyisakan deretan tembok abu-abu bagi pejalan kaki yang menelusuri perkampungan. Dari skala kota hingga ke ruang mikronya, Beijing terkenal dengan istilah “kota tembok”, yang tersisa saat ini selain tembok yang mengelilingi Forbidden City, di perkampungan tradisional inilah kita bisa merasakan kekhasan kehidupan masyarakat kota Beijing.

Istilah Hutong dipercaya berasal dari bahasa Mongolia, pertama kali muncul pada catatan masa Dinasti Yuan (1271–1368). Tipikal layout Hutong membentang dari arah barat ke timur, umumnya akses terbatas bagi pejalan kaki, sepeda dan gerobak. Saat ini ada sekitar 4550 Hutong yang tersisa, sebagian berada dalam 25 wilayah preservasi sejarah yang dilindungi. Hutong didesain dengan memperhatikan secara detail unsur alam, sehingga memungkinkan bangunan utama dalam courtyard menghadap ke selatan untuk mendapat sinar matahari yang cukup dan dapat menahan kuatnya tiupan angin dari utara.

Sebagian besar bangunan courtyard yang tersisa saat ini sudah mengalami transformasi dan dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Dari segi kepemilikan sebuah kluster courtyard tidak lagi dihuni oleh satu keluarga tetapi sudah dibagi-bagi menjadi beberapa keluarga atau disewakan kepada para pendatang, sedangkan bentuk fisiknya sudah mengalami penambahan disana-sini dengan material seadanya. Sebuah courtyard selalu ditandai oleh sebuah pintu gerbang, semakin rumit dan megah desain sebuah gerbang menggambarkan semakin tinggi tingkat kekayaan dan status sosial penghuninya.

Suasana kehidupan Hutong yang humanis tetap bertahan sampai saat ini di tengah ‘monumentality’ bangunan istana, pagoda dan gedung perkantoran modern. China adalah negara yang memiliki populasi penduduk lanjut usia diatas 65 tahun yang cukup banyak (8,4% sensus tahun 2000); melihat orang tua yang asyik bercengkrama di depan rumah, bermain catur atau mengurus kandang burung adalah pemandangan yang sering ditemui sepanjang Hutong, dan sesekali melihat anak-anak yang bermain dan pedagang yang hilir mudik mengayuh sepeda dan gerobak. Minimnya ruang internal di dalam sebuh kluster courtyard mengakibatkan bercampurnya aktivitas privat ke ruang publik, tak jarang di musim panas banyak warga (pria) yang tidur di depan rumah dangan ranjang lipatnya.

Nan Luo Gu Xiang (NLGX)

Upaya revitalisasi Hutong dilakukan mulai dari perbaikan infrastruktur seperti penyediaan toilet umum, pemasangan paving dan instalasi penerangan sampai dengan pengalihfungsian bangunan courtyard. Jumlah keluarga yang menempati sebuah kluster courtyard saat ini bisa diketahui dengan menghitung jumlah panel listrik yang terpasang di pintu gerbang.

Selain itu, sebuah gerakan kreatif dari masyarakat lokal telah mengubah sebuah kawasan hunian di sebelah utara Forbidden City menjadi tempat nongkrong anak muda dan para pekerja industri kreatif lokal dan mancanegara, dan merupakan kawasan preservasi terbaik di pusat kota tua Beijing. Nan Luo Gu Xiang dengan luas 84 Ha terkenal dengan deretan Bar, cafe, restauran, distro dan toko suvenir. Beberapa Siheyuan masih terpelihara dengan baik, ada yang sudah beralihfungsi menjad cafe, toko ataupun hotel namun sebagian besar masih ditempati warga lokal turun temurun.

Di Kawasan ini juga merupakan lokasi proyek Ju’er Hutong yang pernah mendapat penghargaan World Habitat dari PBB pada tahun 1992, sebagai prototipe inovasi bangunan courtyard bertingkat.

Jika Anda bosan dengan tempat-tempat standar yang lazim dikunjungi para turis ketika berwisata di kota Beijing, menyewa sepeda berkeliling Hutong (RMB10/jam) sambil melihat kekhasan arsitektur bangunan courtyard bisa menjadi alternatif pengalaman baru dalam menikmati sebuah kota. Atau kalau takut tersesat dan rela merogoh kantong sekitar US$40 bisa mengikuti paket tur menaiki sepeda roda tiga sejenis becak yang akan memandu Anda mengelilingi bagian kota tua Beijing


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: