Pasar Terapung Thailand

Oleh-oleh trip to Bangkok on July 2011

Kalau Banjarmasin terkenal dengan Pasar Terapung Kuin atau Lok Baintan yang menjadi icon wisata dan sempat nampang jd iklan di RCTI Oke, maka Pasar Terapung Damnoen Saduak yang berada di Ratchaburi province (100 km barat daya Bangkok) ini menjadi salah satu icon kebanggaan wisata Thailand .Tidak ada maksud untuk membandingkan kedua-nya karena ternyata punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Trip ke Bangkok kali ini salah satu-nya memang ditujukan untuk bisa melihat dan merasakan Bangkok sebagai ‘kota sungai’ sekaligus sebagai sebuah Metropolis Asia, so  a half day tour ke pasar terapung menjadi salah satu agenda utama kami selain canal tour menikmati Sungai Chao Phraya (next travelog..)

Perjalanan ke pasar terapung Damnoen Saduak memakan waktu kurang lebih 1 jam dengan mobil, dilanjutkan dengan mengendarai a long tail boat atau kalau di Banjarmasin bisa disebut kelotok. Kebetulan kami mengikuti a joined tour yang disediakan pihak hotel di Bangkok seharga THB 550/pax ( ~ 165 rb…lumayan mahal). Sebenarnya ada alternatif public transport berupa bis yang bisa mengantarkan pengunjung langsung ke sana tapi lumayan ribet dan sepertinya memerlukan local guide supaya tidak kesasar. simply speaking jam 7 pagi kami dijemput di hotel dan langsung meluncur ke salah satu dermaga di dekat pasar terapung. Dermaga ini tidak persis berada di pasar terapung seperti lazim-nya bus atau tur wisata yang mengantarkan para turis persis di depan pasarnya, namun dari dermaga ini kami mendapat kesempatan untuk untuk menaiki sejenis kelotok menyusuri canal-canal kecil yang kiri kanan-nya terdapat daerah-daerah perumahan, kampung-kampung kecil, kebun dll sebelum akhirnya tiba di dermaga pasar terapung. Bayangkan anda mendatangi pasar terapung kuin melewati kampung2 di Anjir serapat, seperti itulah bayangannya.

Kenapa disebut canal atau Klong dalam bahasa Thai? karena menurut sejarah sungai ini merupakan sungai buatan yang digali pada masa pemerintahan King Rama IV sebagai jalur transportasi untuk memasarkan hasil2 pertanian khususnya buah2an, dan memang secara kasat mata sungai yang ada disekitar pasar terapung ini memang relatif sempit namun terlihat lebih rapi / tertata karena kiri kanan-nya sudah dibangun dinding turap dan titian beton yang berfungsi sebagai pembatas. Sebenarnya kalau dilihat dari potensi sungai-nya, apa yang dimiliki kota Banjarmasin lebih baik dari kawasan damnoen saduak ini.

Dari beberapa forum travel seperti Tripadvisor.com, Damnoen Saduak floating market sering disebut “tourists trap” atau jebakan buat turis, why? Ya..karena setiba-nya disana pasar terapung ini memang penuh dengan turis-turis mancanegara yang berkeliling dengan jukung dan para pedagang lokal yang berjualan souvenir serta makanan/ minuman/ buah-buahan untuk para turis yang datang. Suasana pasar-nya memang sangat unik namun crowded  apalagi kalau anda datang di atas jam 9 pagi. Para pedangan lokal yang berjualan disana terbagi menjadi 2 jenis, yang pertama pedagang di pasar darat, dimana toko-toko souvenirnya sebagian besar menghadap ke canal, yang kedua pedagang yang berjualan di atas perahu umumnya mereka berjualan buah2an, bunga, makanan dan minuman. Para pengunjung yang ingin menikmati keunikan dan sensasi berbelanja di pasar terapung ini disarankan untuk menaiki  jukung yang bisa disewa di dermaga setempat, setiap orang membayar THB 150.  Tukang jukung akan mengantarkan pengunjung mengelilingi setiap toko-toko yang ada di sekitar canal atau melalui pedangan2 terapung yang intense menawarkan dagangannya. Harus pandai2 menawar harga 50% atau lebih dan baiknya sudah tahu atau sudah membanding harga souvenir/buah2an dengan harga2 di Bangkok , why? karena harga yang ditawarkan memang jauh diatas harga normal – that’s tourist trap mate! ..tapi kalau sekedar sightseeing and hunting photos, the place is just simply AWESOME! pemerintah setempat berhasil mengemas dan mengelola pasar ini dengan baik sehingga menjadi tempat wisata yang worth visit bagi turis..

Pertanyaan yang timbul dr perjalanan ini adalah, bagaiman kehidupan masyarakat lokal di sekitar pasar terapung ini ? karena tempat wisata ini jelas ditujukan untuk turis, mungkin berbeda dengan pasar terapung di Lok Baintan yang sering kita lihat, dimana kehidupan lokalnya lebih terasa. Dari informasi yang didapat memang masih banyak pasar-pasar terapung kecil di sekitar Bangkok yang lebih ditujukan pada aktivitas domestik, tapi memang yang berada di Damnoen Saduak ini yang paling besar dan ramai serta terkenal. Mungkin inilah salah satu tantangan kota-kota di era globalisasi, preserving local wisdom while pursuing global demands..


2 responses to “Pasar Terapung Thailand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: