Hendrika Maria, si rumah perahu…

Oleh-oleh trip to Holland in 2012

Siapa yang pernah berkunjung ke kota Amsterdam pasti pernah menyaksikan deretan rumah perahu atau house boat yang parkir di sepanjang canal ‘Grachtengordel‘ yang melingkari Damrak dan sekitarnya. Tapi mungkin sedikit yang memiliki kesempatan untuk bisa masuk dan merasakan berada di dalamnya dan mengetahui lebih detail tentang sejarahnya, apalagi yang mampir di Amsterdam cuma buat “hit and run and get nothing but nice pictures” (love this quote by Mbak Astri Ferdiana, 2012). Penelitian tugas kuliah tentang “Living on the Water in the Netherlands” membawa saya menggali lebih lanjut tentang keberadaan rumah perahu ini.

Singelgracht, Amsterdam

Sebenarnya house boat tidak cuma terdapat di Amsterdam tapi tersebar hampir di setiap kota di Belanda, namun Amsterdam boleh jadi memiliki populasi rumah perahu yang cukup besar dan memiliki sejarah yang signifikan berkaitan dengan masa-masa kejayaan perdagangan laut pada abad ke-17 & 19 dimana Amsterdam pernah menjadi bandar besar yang ramai tempat berlabuh kapal-kapal dari seluruh dunia. Dulu orang hidup di rumah perahu umumnya karena alasan ekonomi dan kedekatan dengan pekerjaan. Setelah perang dunia kedua (WWII) terjadi lonjakan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi tapi tidak disertai dgn tersedianya stock perumahan yang memadai, akhirnya banyak penduduk dari golongan ekonomi menengah ke bawah memanfaatkan bekas-bekas perahu pengangkut barang untuk dijadikan rumah dan menetap disana selamanya.

Deretan rumah perahu di Kota Leiden, Zuid Holland

Saat ini, mereka yang tinggal di rumah perahu bukan lagi dari golongan ekonomi lemah ataupun alasan-alasan pragmatis, namun sudah menjadi sebuah pilihan gaya hidup atau lifestyle sebagian warga kota Amsterdam dari artis, dokter, professional, guru sampai petugas cleaning service.  Setiap orang yang ingin memiliki rumah perahu harus memiliki izin ‘parkir’ dimana dia bisa menambatkan perahunya; dan itu semua tidak murah berkisar antara 500-1000++ euro per tahun tergantung dengan lokasi dan ukuran perahu. Saat ini hanya ada 2.256 unit atau mooring site yang diperbolehkan di Amsterdam dan jumlahnya tidak boleh bertambah, sehingga tinggal di rumah perahu biayanya hampir sama dengan tinggal di rumah darat seperti apartment atau semi-detached houses lainnya.

Sambungan instalasi Gas, Air, Listrik dan Sewage (toilet)

Kotak surat untuk masing-masing rumah perahu

Dari segi fasilitas seperti air, listrik, gas, dll tinggal di rumah perahu tidak ada bedanya dengan rumah2 lainnya di darat; mereka semua tersambung dengan jaringan infrastruktur utilitas yang sudah ada. Bahkan setiap rumah perahu yang terdaftar memiliki alamat resmi dan mempunya kotak pos masing-masing. Dari segi interior maupun desain sangat beraneka ragam, ada yang masih mempertahankan kondisi asli-nya  tapi banyak juga yang sudah mendesain ulang menjadi rumah terapung yang sangat modern dan nyaman dengan fasilitas toilet dan bathroom. Rumah-rumah perahu ini umumnya tidak memiliki mesin lagi, sehingga kalau ingin dijalankan atau berpindah tempat harus menggunakan perahu motor penarik (tug boat).

Saya beruntung bisa menemukan salah satu rumah perahu bernama Hendrika Maria yang terletak di Prinsengracht (Jordan Neighborhood) yang owner-nya memiliki inisiatif untuk menjadikannya museum dan memperbolehkan orang yang lewat untuk masuk dan menjawab keingintahuan mereka. Perahu jenis Tjalk ini dibuat tahun 1914, dulu berfungsi sebagai kapal pengangkut pasir dan batu, tahun 1960-an direnovasi menjadi houseboat, sampai tahun 1997  pasangan Paul v/d Zwart dan Jeanine van Horssen  masih tinggal diperahu ini sebelum akhirnya pindah dan menjadikannya museum. Seperti halnya rumah di darat, rumah perahu Hendrika Maria dilengkapi dengan toilet, ruang tidur, dapur dan ruang keluarga yang nyaman, tidak ketinggalan rooftop garden dan terrace dimana orang bisa bersantai sambil merasakan ‘goyangan’ akibat riak gelombang dari perahu-perahu motor yang berseliweran di canal.

Living room (80 m2)

Kamar tidur

Dapur / Lobby Museum

Suasana kanal dan deretan rumah perahu ketika winter @www.migoa.com


One response to “Hendrika Maria, si rumah perahu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: