Andalusia: the journey to the light

Cordoba-Granada, 01 Juni 2012

Jum’at Mubarak, hari yang penuh berkah, sebuah syukur yang tak terhingga…

   Image

View to Bukit Asabica where Alhambra stand out, seen from Albaycin @Jilbabtraveler

Sebuah perjalanan mimpi yang dirangkai sejak dibangku SMA di Banjarmasin sampai akhirnya terwujud di tahun 2012. Tak tahu mengapa, Cordoba dan Granada sepertinya memiliki magnet yang begitu kuat yang membuatku ber-azam untuk suatu saat berada disana dan menyaksikan sendiri sisa-sisa kejayaan Islam di bumi Andalusia. Kota yang pernah berbalut seribu cahaya dan taman surga yang hilang…

Episode 1: Masih terekam di dalam ingatan, setiap lonceng istirahat kedua berbunyi aku lari menuju perpustakaan sekolah bergegas mengambil buku tua bersampul hitam yang tebalnya kira-kira 5 cm yang kalau tidak salah berjudul Dunia Islam Baru. Entah siapa pengarangnya, namun yang jelas buku itu sangat menarik perhatianku, disana awal mulanya aku mengetahui tentang seluk beluk sejarah peradaban Islam, cerita perang salib sampai bagaimana Islam pernah menjadi ‘Cahaya’ di bumi Eropa selama ratusan tahun.

Episode 2: Semasa kuliah di Bandung (1998an) hobi bacaku semakin tersalurkan, kalau tidak salah ada 1-2 buku tentang sejarah Islam yang aku baca lebih detail khususnya tentang ilmuwan-ilmuwan muslim dan sumbangsihnya dalam peradaban modern di bidang kedokteran, astronomi, matematika dan lain-lain. Disinilah aku mengetahui tentang cerita kota Bagdad dengan perpustakaannya yang terkenal serta bagaimana Islam bisa masuk ke Eropa melalui selat Gibraltar di afrika utara hingga Spanyol selatan sampai akhirnya berdirinya kota Cordoba sebagai pusat Ilmu pengetahuan di dunia barat. Di jaman kuliah ini pula aku mulai mengenal internet dan membuat account email pertamaku, can you guess? alamat emailnya adalah cordoba@plasa.com dengan password alhambra😉 yup, istana merah – kediaman sultan di kota granada.

Episode 3: Semester pertama di Melbourne University (2007), tiap kamis siang aku bela-belain datang lebih awal untuk bisa duduk di area depan kuliahnya Profesor Jeremy Pike, History of Landscape Architecture.  kuliahnya berlangsung 3 jam, sesi pertama akan diisi penjelasan teori, dengan gaya-nya yang slow sambil membaca handout kuliah akan sangat sulit di siang bolong untuk bisa menahan rasa kantuk setelah makan siang,..hoaammmm. Sesi kedua, saat yang selalu ditunggu karena inilah sesi slide show, dimana Profesor Pike akan menunjukan foto-foto hasil jalan-jalannya keliling dunia mengunjungi taman-taman, public open space, estate garden sambil memberi penjelasan terkait sejarah dan konsep-konsep perancangan lansekap yang mempengaruhinya. Sampailah di pertemuan ke-5 The Garden of Islam, dimana sejarah dan penjelasan tentang Alhambra, Generalife, Taj Mahal dipaparkan. Perumpamaan surga yang diaplikasikan dalam desain taman Generalife di Istana Alhambra sungguh membuatku terpesona akan keindahannya. Kembali hati ini berbisik, Ya Allah semoga suatu saat nanti aku bisa berada disana…# mata kuliah ini adalah mata kuliahku dengan nilai terjelek yang didapat selama kuliah S2 yaitu H3 (=65), tapi melahirkan sebuah impian baru untuk bisa melihat satu-satunya moorish islamic garden yang tersisa di dunia saat ini.

flowerbed at Generalif Alhambra @Jilbabtraveler

Interior Mezquita-Cathedral di Cordoba @Jilbabtraveler

Episode 4: Januari 2012 akhirnya mendapat kepastian untuk kembali ke Belanda selama 5 bulan. Sebelum berangkat tidak sengaja liat di tayangan TV liputan acara bedah buku Amien Rais yang dikarang putrinya sendiri Hanum Salsabiela Rais, pada saat bersamaan dilaunching kan juga satu buku karyanya yang berjudul “99 Cahaya di Langit Eropa”, perjalanan menapak jejak Islam di Eropa. Dengan bantuan teman di jogja buku ini bisa didapatkan dan dititipkan via suaminya untuk bertemu di surabaya (Makasihhhh Bu Ira dan Pak Bani ^_^). Buku ini menemani perjalanan panjangku dari Banjarmasin-Jakarta-Kuala Lumpur-Amsterdam-Leiden-Groningen. Sebuah perjalanan yang diniatkan agar memberi nilai lebih tidak hanya sebagai student dan turis biasa, namun bisa mengenal Islam lebih baik lagi.

Akhir April, dalam perjalanan pulang dari Praha, berbincang-bincang dengan teman-teman yang selama ini menjadi partner in crime jalan-jalan, belum ada kepastian dari mereka apakah jadi ke spanyol atau tidak. Waktu stay di Belanda tinggal 2 bulan lagi berarti kalau jadi ke spanyol harus segera booking tiket pesawat, dalam pikiran terlintas bisa jadi ini kesempatan terakhir ke eropa, sempat terucap jika teman-teman tidak ada yang berminat maka aku akan berangkat sendiri. Keputusan ke spanyol agak sulit diambil, karena kami terancam jalan-jalan tanpa bodyguard yang selama ini selalu ada plus kondisi dompet yg mulai menipis ;)…belum lagi kekhawatiran yang cukup tinggi tentang kondisi spanyol saat itu dengan tingkat pengangguran yang mencapai 20%, artinya akan banyak tindak kriminal terjadi terhadap turis-turis asing. Kami langsung terbayang suasana daerah Gare du Nord di kota Paris. Setelah banyak mencari informasi, dan hasil negosiasi yang panjang akhirnya kami berempat sepakat jadi jalan-jalan ke Spanyol dengan mencoba rute Ryanair melalui Airport Eindhoven. Pengalaman pertama menggunakan budget airlines eropa.

Kamis 31 Mei 2012, “Terinspirasi dr buku-nya Hanum Salsabiela Rais – 99 Cahaya di Langit Eropa, chapter 3, Bismillah…” (a big thank for the thumbs my backpacking guru)

It’s truly our best euro trip, Alhamdulillah dengan rahmat-Nya perjalanan berlangsung lancar penuh cerita hikmah, kami bertemu dan berkenalan dengan banyak orang-orang yang ramah dari berbagai penjuru dunia. Dari solo korean traveler, seorang bule Prancis di hostel Granada dgn pertanyaan2 hidayah-nya, sepasang pensiunan dosen dari Kanada yang ketika melihat kami serasa mengingat masa muda mereka dulu, bertemu turis muslim dari Jerman di Alhambra serta mahasiswa-mahasiswa dari Malaysia, sampai bapak bule yang ternyata kerja di EY Jakarta.

Epilog: 29 Agustus 2012, whatsApp-an sm itha

me: “Ta skrg pk jilbab ya? Liat di foto nikahan kamtor..Alhamdulillah :)”

itha: “Hehe journey to the light mba ;)”

______

Cc:

Idha, Lia, Itha – the journey won’t be such wonderful without your presence😉

Mbak laksmi – thanks for all the info and travel guidance in Spain! dari booking tiket renfe sp siesta time…

ImageTaman Generalife Alhambra : from sketch (2007) into reality (2012) @Jilbabtraveler


6 responses to “Andalusia: the journey to the light

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: