Cintaku di Barcelona

Boleh dikata saya jatuh hati (a.k.a penasaran) duluan dengan kota ini sebelum mengunjunginya, bukan karena lagu-nya Fariz RM atau Karya2 Antonio Gaudi yang membawa saya melangkah ke ibukota negeri Catalan ini, tapi lebih karena penasaran pengen melihat dan merasakan suasana ‘street view’ dari konsep tata kota octagonal block-nya (Cerda Plan) yang waktu kuliah dulu sering disebut2 sebagai salah satu yang terbaik. Dan juga cerita La Ramblas, sebuah pedestrian street yang selalu hidup siang dan malam dengan para seniman jalanan, plus geliat pembangunan kota Barcelona pasca Olimpiade 1992 dengan proyek2 revitalisasi yang mengispirasi banyak kota2 di dunia. Itinerary 2 hari 2 malam di Barcelona rasa-nya sangat singkat untuk sebuah kota yang menyimpan banyak cerita.

Aerial view of Barcelona with Avinguda diagonal

Day 01

Pagi itu setelah check in di Hostel Casa de Gracia, kami jalan2 santai mencari sarapan disepanjang Passeig de Gracia yang sebagian toko-tokonya masih tutup, jalan ini terkenal sebagai pusat perbelanjaan utama di jantung kota Barcelona menghubungkan Cerda Plan (new extension) dengan La Ramblas (old city), butik2 dan retail2 ternama berderet di kanan kiri jalan termasuk 2 masterpieces Gaudi yakni bangunan Casa Mila dan Casa Batllo.

Casa Batllo (1904-1906)

Setelah perut terisi, tujuan kami hari ini adalah mengunjungi karya fenomenal Gaudi, gereja La Sagrada Familia yang dari pertama dibangun (1882) sampai sekarang belum selesai juga alias still under construction! kembali kaki ini diayunkan menyusuri blok demi blok bangunan hingga berbelok ke arah Avinguda Diagonal yang rindang, bagian terpenting Cerda Plan dan avenue terbesar yang membelah kota Barcelona dari barat ke timur, dan berujung di Barcelona Forum (new waterfront and park).

Sekitar jam 11 pagi kami sampai di sagrada familia, rupanya antrian turis yang akan membeli tiket dan masuk ke dalam cathedral sudah cukup panjang ditambah lagi suasana sekitarnya yang penuh dengan alat2 berat dan bahan bangunan cukup crowded dan mengganggu keindahan karya artistik ini. I wasn’t really impressed…, but I agree the interior is amazing and worth to see. Note: entrance fee to basilica sagrada familia 13 euro, combined tickets to Gaudi House Museum at Park Guell 16,5 euro.

Sagrada Familia – inside and outside (c) Jilbabtraveler

Kembali ke hostel dan rehat sejenak untuk mandi dan sholat, sore itu jalan2 santai dilanjutkan dengan menjelajah pedestrian street La Ramblas yang di kiri kanan-nya dipenuhi deretan pepohonan, kios2 souvenir plus cafe dan alfresco dining yang menyajikan masakan seafood khas spanyol. Sepanjang jalan banyak ditemui para seniman jalanan dari sekedar atraksi kostum, pelukis, main musik, sulap dan lain-lain. A fact: rata2 (hampir semua) toko souvenir (non kiosk) di sepanjang Ramblas dimiliki oleh jaringan imigran India/pakistan/Banglades.

Plaça de Catalunya – entrance to La Ramblas, where old city meets new grid

street artists – La Ramblas

La Ramblas street life

Hari pertama di Barcelona, kami akhiri dengan bergegas menaiki metro dari station Liceu menuju station Plaça de Espana untuk menyaksikan pertunjukan The Magic Fountain of Montjuïc, atraksi air mancur yang disertai musik dan lighting, atraksi ini hanya berlangsung dari hari kamis – minggu mulai jam 9 – 11 malam (May to September schedule). Hari menjelang magrib disertai mendung dan rintik2 hujan, rupanya tidak menghalangi ribuan pengunjung untuk berbondong2 mencari spot paling strategis di sekitar area Palau Nacional ( National Museum).

Palau Nacional Barcelona

Magic Fountain of Montjuïc: lighting, music, colour and water acrobatic

Day 02

Agenda utama hari ini selain mengunjungi salah satu karya Gaudi, Park Guell, taman terbuka seluas 17 Ha dibangun thn 1900-1914, rencananya kami akan mengikuti free guided-walking tour mengelilingi kota tua Barcelona, daerah Barri Gotic. Sayang-nya ketika jam 16.00 kami tiba di meeting point Plaça Reial ternyata kuota 30 orang sudah penuh di booking, well..akhirnya berbekal peta di tangan walking tour kami lakukan sendiri as usual😉

Barcelona kota yang cukup besar namun public transport dan infrastruktur pariwisata-nya sangat baik, meskipun tidak bisa bahasa spanyol, sistem penanda /informasi selalu disertai dengan bahasa inggris, selain itu turis ada dimana-mana, ya kalau nyasar tinggal tanya saja. Supaya lebih murah dan mudah kemana-mana belilah tiket metro T-10 zona 1 (most attractions) seharga €9.25, yang bisa dipakai 10 trips dan bisa dipakai line kereta ke airport juga, single journey cukup mahal €2/ trip. Dari station Diagonal kami menaiki metro (bawah tanah) menuju Park Guell – Line 3 (hijau) turun di station Lesseps. Untuk sampai di pintu gerbang Park Guell perlu jalan kaki sekitar 20 menit menaiki bukit El Carmel. Taman ini free of charge and as always penuh turis, dari puncak Park Guell bisa melihat kota Barcelona secara keseluruhan. Di area ini juga terdapat Gaudi House Museum, terdapat koleksi2 furniture karya Gaudi.

Park Guell – free entry!

The Gaudi House Museum – 5 euro entry

Ketika mengelilingi taman ini jadi teringat suasana kota Paris dan perjuangan para imigran2 yang bertahan hidup dengan menjadi pedagang kaki lima menjual souvenir, kaca mata dll. sempat terjadi insiden kejar2an oleh polisi setempat dan salah satu yang tertangkap barang dagangan-nya disita. Selain itu terdapat juga para seniman2 yang bermain musik (kalau yang ini sepertinya dianggap legal), ada satu seniman Indian dengan alat musik dan ritme lagu-nya yang cukup memukau membuat saya betah berlama-lama sekedar berdiam diri merasakan semilir angin dipuncak Park Guell.

PKL at Park Guell

Selesai dari Park Guell kami istirahat sholat dan makan siang (as always subway tuna!!), Jam 4 sore setelah dari Ramblas dilanjutkan berkeliling Old town Barcelona – Barri Gotic dengan berjalan kaki, dilanjutkan ke Barcelona waterfront (promenade  dengan pantai pasir dan deretan bangunan2 apartment, hotel dan shopping center, salah satunya ‘Barcelona Fish’ karya Frank Gehry).

  

                                                           Cathedral Barri Gotic

redevelopment project – santa Caterina market by Enric Miralles

Barcelona fish – waterfront

Hari itu cukup melelahkan dan hari terakhir kami di Spanyol sebelum besok pagi-nya kembali ke Belanda. Ada satu bangunan high rise yang ingin saya lihat karya Jean Nouvel+B720 Arquitectos yakni Gedung 38 lantai ‘Torre Agbar’ yang terletak antara Avinguda Diagonal dan Carrer Badajoz, saya cuma penasaran bagaimana ‘treatment’ desain ground floor bangunan ini bertemu dengan ruang publik disekitarnya. Otw balik ke hostel, kami turun di station metro Glories, sayangnya cuma bisa mengintip dari luar karena ini bangunan office private.

Torre Agbar – from outside

Day 03 – Tuesday

Jam 9 pagi  kami harus catch up pesawat dari El Prat airport Barcelona (BCN) menuju Schiphol Amsterdam menggunakan salah satu budget airlines milik Belanda yakni Transavia dengan tiket seharga €35 one way tanpa bagasi. Dibandingkan Ryanair, secara personal menurut sy kualitas  transavia lebih baik, selain itu kita masih diizinkan membawa 1 tas tangan/ tas kamera disamping backpack. Disamping memang ryanair tidak melayani rute2 dari dan menuju airport utama, melainkan berangkat dari airport kecil di Girona sekitar 1 jam perjalanan dari kota Barcelona. Dari hostel dengan sisa ticket metro T-10  kami menaiki Barcelona Airport Train (Renfe) dari station passeig de Gracia menuju  ‘Aeropuerto’  terminal T2 El Prat (end stop),waktu tempuh sekitar 25 mins. Well,…Gracias Espana!!

twice with transavia – Barcelona to Amsterdam // Venice Treviso to Amsterdam

our room at Casa Gracia Hostel €32 /night/ person – ensuite + breakfast


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: